My Story
Kisah ini berawal dari tanggal 6 januari 1991 tepat di hari minggu pukul 19.26 di desa Bumi Harapan, Sulawesi Tengah. Lahirlah seorang anak perempuan dari pasangan suami istri yang bernama Munari dan Wantiyem. Anak ini merupakan anak bungsu dalam keluarga ini. Ia diberi nama Endang Sulastri yang pasti memiliki arti tersendiri menurut kedua orang tuanya. Endang dalam bahasa jawa yang berarti menengok kembali ke daerah asal. Dengan nama ini diharapkan anak tersebut tidak akan lupa dengan daerah asalnya dimanapun ia barada nantinya. Sedangkan sula yang merupakan penggalan dari nama belakang yang diberikan diartikan sebagai sulawesi karena dalam keluarga tersebut hanya ia lah yang lahir di sulawesi. dan yang terakhir adalah tri yang berarti 3 atau anak ketiga.
Endang begitulah biasa ia dipanggil mempunyai 2 saudara kandung yang semuanya laki-laki. Saudara yang pertama bernama Sukowiyono dan yang kedua bernama Widyanto. Keluarga ini hidup dengan sangat sederhana dan rela ikut program transmigrasi demi masa depan anaknya kelak. keluarga ini berasal dari jawa timur yang merupakan daerah padat penduduk dan bertransmigrasi ke sulawesi tengah untuk mencari penghidupan yang lebih baik.
Endang merupakan anak yang dinantikan oleh pasangan ini karena mereka sangat mengharapkan hadirnya seorang anak perempuan yang akan melengkapi keutuhan keluarga mereka. Semasa kecilnya, Endang pernah diganggu oleh makhluk tak kasat mata yang sering disebut leyak atau jin yang merupakan samaran dari manusia yang menganut ilmu hitam. Sepanjang hari dan malam ia hanya menangis dan menangis. Selama 3 hari berturut-turut ia tak henti-hentinya menangis dan menangis. Orang tua mana yang tak akan gelisah melihat anaknya terus-terusan diganggu oleh makhluk aneh seperti itu. kemudian dengan berbagai cara pun telah dicoba. akhirnya datanglah seorang bapak yang sedikit mengerti tentang mengusir makhluk ini. tak lama berselang dari kedatangan bapak tersebut akhirnya ia pun terdiam. Makhluk tersebut ternyata jelmaan manusia yang tidak bertanggung jawab yang ingin mengambil nyawa sang anak untuk menyempurnakan ilmunya.
to be continue.....
Kisah ini berawal dari tanggal 6 januari 1991 tepat di hari minggu pukul 19.26 di desa Bumi Harapan, Sulawesi Tengah. Lahirlah seorang anak perempuan dari pasangan suami istri yang bernama Munari dan Wantiyem. Anak ini merupakan anak bungsu dalam keluarga ini. Ia diberi nama Endang Sulastri yang pasti memiliki arti tersendiri menurut kedua orang tuanya. Endang dalam bahasa jawa yang berarti menengok kembali ke daerah asal. Dengan nama ini diharapkan anak tersebut tidak akan lupa dengan daerah asalnya dimanapun ia barada nantinya. Sedangkan sula yang merupakan penggalan dari nama belakang yang diberikan diartikan sebagai sulawesi karena dalam keluarga tersebut hanya ia lah yang lahir di sulawesi. dan yang terakhir adalah tri yang berarti 3 atau anak ketiga.
Endang begitulah biasa ia dipanggil mempunyai 2 saudara kandung yang semuanya laki-laki. Saudara yang pertama bernama Sukowiyono dan yang kedua bernama Widyanto. Keluarga ini hidup dengan sangat sederhana dan rela ikut program transmigrasi demi masa depan anaknya kelak. keluarga ini berasal dari jawa timur yang merupakan daerah padat penduduk dan bertransmigrasi ke sulawesi tengah untuk mencari penghidupan yang lebih baik.
Endang merupakan anak yang dinantikan oleh pasangan ini karena mereka sangat mengharapkan hadirnya seorang anak perempuan yang akan melengkapi keutuhan keluarga mereka. Semasa kecilnya, Endang pernah diganggu oleh makhluk tak kasat mata yang sering disebut leyak atau jin yang merupakan samaran dari manusia yang menganut ilmu hitam. Sepanjang hari dan malam ia hanya menangis dan menangis. Selama 3 hari berturut-turut ia tak henti-hentinya menangis dan menangis. Orang tua mana yang tak akan gelisah melihat anaknya terus-terusan diganggu oleh makhluk aneh seperti itu. kemudian dengan berbagai cara pun telah dicoba. akhirnya datanglah seorang bapak yang sedikit mengerti tentang mengusir makhluk ini. tak lama berselang dari kedatangan bapak tersebut akhirnya ia pun terdiam. Makhluk tersebut ternyata jelmaan manusia yang tidak bertanggung jawab yang ingin mengambil nyawa sang anak untuk menyempurnakan ilmunya.
to be continue.....